Wednesday, October 5, 2011

Seorang gadis itu..


Seorang gadis itu..
yang lembut fitrah tercipta,
halus kulit, manis tuturnya,
lentur hati... telus wajahnya,
setelus rasa membisik di jiwa,
di matanya cahaya, dalamnya ada air,
sehangat cinta, sejernih suka, sedalam duka,
ceritera hidupnya...

Seorang gadis itu...
hatinya penuh manja,
penuh kasih sayang semuanya,
cinta untuk diberi... kasih untuk dirasa...
namun manjanya bukan untuk semua,
bukan lemah, atau kelemahan dunia... ia bisa kuat,
bisa jadi tabah, bisa ampuh menyokong ,
pahlawan-pahlawan dunia... begitu unik tercipta,
lembutnya bukan lemah,
tabahnya tak perlu pada jasad yang gagah ...

Seorang gadis itu...
teman yang setia,
buat Adam dialah Hawa,
tetap di sini... dari indahnya jannah,
hatta ke medan dunia,
hingga kembali mengecap nikmatNya...

Seorang gadis itu...
bisa seteguh Khadijah, yang suci hatinya,
tabah dan tenang sikapnya, teman ar-Rasul,
pengubat duka dan laranya... bijaksana ia,
menyimpan ílmu, si teman bicara,
dialah Áishah, penyeri taman Rasulullah,
dialah Hafsah, penyimpan mashaf pertama kalamullah ...

Seorang gadis itu...
bisa setabah Maryam,
meski dicaci meski dikeji,
itu hanya cerca manusia,
namun sucinya Allah memuji...
seperti Fatimah kudusnya,
meniti hidup seadanya,
puteri Rasulullah... kesayangan ayahanda,
suaminya si panglima agama,
di belakangnya dialah pelita,
cahaya penerang segenap rumahnya,
ummi tersayang cucunda Baginda... bisa dia segagah Nailah,
dengan dua tangan tegar melindung khalifah,
meski akhirnya bermandi darah,
meski akhirnya khalifah rebah,
syahid menyahut panggilan Allah.

Seorang gadis itu...
perlu ada yang membela,
agar ia terdidik jiwa,
agar ia terpelihara... dengan cinta Rabbnya,
dengan rindu Rasulnya... dengan yakin Deennya,
dengan teguh áqidahnya,
dengan utuh cinta yang terutama, Allah dan juga RasulNya,
dalam ketaatan penuh setia .
pemelihara maruah dirinya, agama, keluarga dan ummahnya...

Seorang gadis itu...
melenturnya perlu kasih sayang,
membentuknya perlu kebijaksanaan,
kesabaran dan kemaafan, keyakinan dan penghargaan,
tanpa jemu dan tanpa bosan,
memimpin tangan, menunjuk jalan...

Seorang gadis itu...
yang hidup di alaf ini,
gadis akhir zaman,
era hidup perlu berdikari...
dirinya terancam dek fitnah,
sucinya perlu tabah, cintanya tak boleh berubah,
tak bisa terpadam dek helah, dek keliru fikir jiwanya,
kerana dihambur ucapkata nista,
hanya kerana dunia memperdaya...

Kerana seorang gadis itu,
yang hidup di zaman ini...
perlu teguh kakinya,
mantap iman mengunci jiwanya,
dari lemah dan kalah, dalam pertarungan yang lama... dari rebah dan salah,
dalam perjalanan mengenali Tuhannya,
dalam perjuangan menggapai cinta,
nikmat hakiki seorang hamba,
dari Allah yang menciptakan,
dari Allah yang mengurniakan,
seorang gadis itu... anugerah istimewa kepada dunia..

Seorang gadis itu...
tinggallah di dunia, sebagai ábidah, da'ieyah dan mujahidah,
pejuang ummah... anak ummi dan abah,
muslimah yang solehah... kelak jadi ibu,
membentuk anak-anak ummah,
rumahnya taman ilmu, taman budi dan ma'rifatullah...

Seorang gadis itu...
moga akan pulang,
dalam cinta dan dalam sayang,
redha dalam keredhaan,
Tuhan yang menentukan...

Seorang gadis itu dalam kebahagiaan!
Moga ar-Rahman melindungi,
merahmati dan merestui,
perjalanan seorang gadis itu ...
menuju cintaNYA yang ABADI!
amin..............

Saturday, August 27, 2011

Hadirmu dinanti,pemergianmu ditangisi...


Ramadhan kian berlalu...
Moga amalanku pada Ramadhan ini lebih baik daripada ramadhan yang lalu...


Ramadhan kian berlalu...

Adakah aku sempat berjumpa pada Ramadhan yang akan datang?

Hanya Allah yang tahu...


Ramadhan kian berlalu...

Namun, hanya sebahagian yang menangisinya..

Di manakah yang lain sewaktu Ramadhan sampai ke penghujungnya?
Nikmat keduniaan lebih didahulukan..

Ramadhan kian berlalu...

Aku berharap ibadatku kepada Mu tidak terputus..

Ya Allah, terimalah amalan hambaMu yang fakir ini..
Moga aku sempat berjumpa Ramadhan yang akan datang.

Tuesday, July 19, 2011

Tangisan Membahagiakan..

“Kak, lama lagi ke…?”

“Lama lagi dik..”

“Sakit kak..tak boleh nak tahan dah ni..kenapa lama sangat kak?”

“Memang sakit dik,bersalin kan..normal la tu lama sikit,sebab adik bersalin anak sulung kan.”

“Sakit sangat kak..”

“Sakit tu sebab dia ‘contract’ dik..bertahanlah lagi ya. Sekarang baru 6cm.”

……………………………………………………………………………………………………………

“Dik,kita nak check ‘jalan’ lagi ya. Adik bengkok sikit kaki..”

“Allahuakbar…..”

“Ok, sekarang dah 8cm ni. Adik nak panggil siapa untuk teman adik sini? Nak ‘abang’ ke nak mak?”

“Mak..”

“Ok.”

“Makcik, anak makcik dah ‘buka jalan’ 8cm dah tu, boleh la masuk untuk teman dia kat dalam sampai dia bersalin.”

“Mak..sakit mak………”

“Sabar nak, bawa mengucap..banyakkan selawat..”

“Mak…nak pelukkk…..”

…………………………………………………………………………………………………………………….

“Dik, kita check lagi ya” “Mmmm…’fully’ dah ni..” “Adik boleh start teran dah ni. Adik bengkok kaki lagi sikit, buka luas lagi..tangan tu pegang kaki ni dan tarik ya.” “Adik tarik nafas dalam-dalam kemudian teran. Banyakkan mengucap dan selawat ya.”

“Lailahaillallah……erghhhhhh………………..”

Mengalir air mata sejurus mendengar kalimah itu. Lantas terbayang wajah mak. Rupanya beginilah jihadnya melahirkan aku dulu. Berjam-jam menanggung kesakitan menati kehadiranku ke dunia. Macam-macam karenah aku di dalam perut itu. Tapi tak pernah sekali pun dia merungut denganku. Malah mengusapku dari luar dengan penuh kasih sayang. Dia memujukku dengan penuh kelembutan. “Jangan nakal-nakal ya kat dalam tu….”

“Sikit lagi dik. Teran lagi panjang…”

“Allahummasalli ala saiyidina Muhammad….erggghhhhhh……………………………………………….”

“Sikit lagi dik, sikit lagi..” “Tarik nafas dalam-dalam ya baru teran..panjang sikit..”

“Allahuakbar……errrgggghhhhhhhhh……………………………….”

“Alhamdulillah…kepala dia dah keluar….ok adik ambil nafas dulu….” “Ok tarik nafas…..teran sekali…teran panjang ya..”

“Allah……………………ergghhhhhhh……………….”

“Wekkk….uwekkk…uwekk...”

“Alhamdulillah……………”

Tersenyum Si ibu mendengar tangisan itu. Tangisan yang membahagiakan. Hilang segala derita yang ditanggung. Kesakitan, kepedihan tidak terasa lagi. Yang penting Si kecil itu sudah mampu bernafas sendiri. Mengalir air mata sekali lagi melihat semua itu. Hangat tubuh ibu meresap masuk ke dalam tubuh si kecil bila dia diletakkan di atas dada ibunya. Terukir senyuman bahagia di bibir Si ibu melihat wajah suci itu. Dia juga sesuci insan kecil yang baru sahaja melihat dunia itu. Terima kasih yang tak terhingga wahai ibu………..

Subhanallah….kagum aku melihat kejadian yang Allah ciptakan. Betapa indahnya ciptaanNya.

Allahuakbar….

Marilah kita sama-sama perhatikan kebesaran ciptaan Allah, bagaimana kejadian manusia pada Alam Rahim. Terdapat banyak ayat Al-Quran berhubung dengan Alam Rahim yang difirmankan oleh Allah diantaranya seperti berikut :

“Bukankah kami telah menciptakan kamu dari air (benih) yang sedikit (hina) dipandang orang. Lalu Kami jadikan air (benih) itu pada tempat penetapan yang kukuh (rahim ibu). Serta Kami tentukan keadaanya, maka Kamilah sebaik-baik yang berkuasa menentukan dan melakukan tiap-tiap sesuatu” (Surah Al-Mursalaat : 20-23)

“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari pati yang berasal dari tanah. (Pati yang berasal dari tanah, ialah pati makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tanaman yang tumbuh di bumi).Kemudian Kami jadikan pati itu setitis air benih (air mani), pada tempat penetapan yang kukuh. Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging, kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa ketul daging, kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang, kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk ia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya (keadaannya yang asal serta ditiupkan roh padanya). Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik baik Pencipta.” (Surah Al-Mu'minun : 12-14)

“Dia lah yang membentuk rupa kamu dalam rahim (ibu kamu) sebagaimana yang dikehendakiNya. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” (Surah Al-'Imran : 6)

“Tidakkah manusia itu melihat dan mengetahui, bahawa Kami telah menciptakan dia dari (setitis) air benih? Dalam pada itu (setelah Kami sempurnakan kejadiannya dan tenaga kekuatannya) maka dengan tidak semena-mena menjadilah ia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya (mengenai kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang mati).” (Surah Yaasin : 77)

“Yang demikian sifatnya ialah Tuhan yang mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani; Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan sebaik-baiknya (dengan sebaik-baik ciptaan yang cantik dan elok mencipta manusia) dan dimulakan kejadian manusia berasal dari tanah liat (Thin). Kemudian ia jadikan keterunan-keterunan manusia itu dari sejenis pati iaitu dari air yang hina (air mani) yang sedikit dipandang orang. Kemudian ia menyempurnakan kejadiannya, serta meniupkan padanya Roh ciptaanNya dan ia mengurniakan kepada kamu pendengaran serta hati (akal fikiran), supaya kamu bersyukur, tetapi amatlah sedikit kamu bersyukur.” (Surah As-Sajdah :7-9)

“Dan Dia lah yang mencipta kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagi kamu) disediakan tempat tetap (dalam tulang sulbi bapa kamu atau di bumi), dan tempat simpanan (dalam rahim ibu atau dalam kubur). Sesungguhnya Kami telah jelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) satu persatu bagi orang-orang yang mengerti (secara mendalam).” (Surah Al-Hajj : 5)

“Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari kiamat), maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging yang disempurnakan kejadiannya dan yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan Kami); dan Kami pula menetapkan dalam kandungan rahim (ibu yang mengandung itu) apa yang Kami rancangkan hingga ke suatu masa yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga ia tidak mengetahui lagi akan sesuatu yang telah diketahuinya dahulu. Dan (ingatlah satu bukti lagi); Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya (dengan tumbuh-tumbuhan yang merecup tumbuh), dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis tanaman yang indah permai.”(Surah Al-Hajj:5)

Lazimnya, sesudah memikirkan segala kejadian alam semesta dan keagungan Allah yang menciptakannya, akhirnya kita akan kembali memikirkan kejadian diri kita sendiri. Kita tercipta daripada ibu bapa kita dan sekiranya ibu bapa tiada atau salah seorangnya tiada, tentu sahaja kita tidak mungkin dilahirkan ke dunia ini.

Cuba kita renung dan fikirkan, bagaimana kiranya kita tidak ada, tidak pernah ada, tidak tertulis di Loh Mahfuz atau tidak pernah dilahirkan ke dunia. Jika tidak ada yang mencipta kita sudah pasti kita tidak ada. Jika kita tidak ada, sudah tentu kita tidak mengetahui adanya alam semesta yang luas ini. Tentu kita tidak kenal matahari dan bulan, tidak kenal manisnya gula, lazatnya makanan dan hidangan. Kita juga tentunya tidak dapat merasakan indahnya rasa kasih sayang, cinta dan tentunya saat-saat bahagia tidak mungkin kita rasai.

Syukur, alhamdulillah..kini kita telah ada dan wujud. Kita sudah dapat menyaksikan keindahan alam maya, dapat melihat pelbagai warna dan pemandangan, melihat sang suria, bulan dan bintang-bintang yang menghiasai segala ruang angkasa. Kita sudah dapat menikmati pelbagai makanan dan hidangan yang lazat dan enak. Kita juga telah dapat merasai betapa indahnya belaian kasih sayang, cinta dan saat-saat kebahagiaan.

Seterusnya kita dapat mengenali siapa pencipta kepada semuanya ini termasuk alam yang maha luas ini. Lalu kita dapat menikmati kasih dan sayang-Nya serta bernaung di bawah lindungan dan rahmat-Nya. Inilah sebenarnya nikmat terbesar yang telah Allah kurniakan kepada kita.

Kita seharusnya menggandakan rasa kesyukuran dan berterima kasih kepada Allah kerana bukan sahaja telah menjadikan kita, bahkan telah memilih kita menjadi umat-nya yang beriman dan diberikan petunjuk dan hidayah-Nya. Sehingga kita dapat mengenali Pencipta kepada alam semesta ini yang begitu indah dan teliti sekali.

Wallahu’alam......

Thursday, June 9, 2011

Berhati-hatilah dengan Solat kita..

“Wahai yang empunya diri, sudahkah selesai mendirikan solat?”
“Sudah, Alhamdulillah..”

..........

“Apakah kamu telah berniat dan mengangkat takbir ketika memulakan solatmu?”
“Ya.”

..........

“Apakah ketika kamu memasang niat dan mengangkat takbir itu, kamu rasakan itu mungkin solatmu yang terakhir, kerana mati boleh menjemputmu bila-bila masa?”
“Tidak..”
..........

“Adakah ketika lidahmu menyebut ‘Allahu akbar’, hatimu turut membesarkan Allah?”
“Tidak..”
..........

“Kalau begitu, kamu tidak benar-benar berniat dan mengangkat takbir.”
“….”
..........

“Ketika lidahmu melafazkan doa iftitah, adakah kamu mengiyakannya bahawa hidupmu dan matimu hanya untuk Allah yang Esa?”
“Tidak..”
..........

“Ketika surah al-Fatihah kamu baca, adakah hatimu bersyukur kepada Allah, Tuhan yang kamu sembah dan tempat meminta pertolongan, lantas kamu memohon diberi petunjuk ke jalan yang diredahi-NYA dan dijauhkan dari jalan yang sesat lagi dimurkai-NYA?”
“Tidak..”

“Kalau begitu, kamu sebenarnya tidak membaca apa-apa dalam solatmu.”
“….”
..........

“Adakah kamu telah menyempurnakan rukuk dan sujud serta menjaga pergerakanmu agar tidak mendahului imam?”
“Ya.”
..........

“Dan ketika rukuk dan sujud itu, adakah hatimu tunduk dengan penuh rasa hina diri ke hadrat Allah dan benar-benar merasakan kebesaran-NYA dan kamu merasakan Allah melihatmu dan menilai solat yang sedang kamu kerjakan?”
“Tidak..”
.........

“Kalau begitu, kamu sebenarnya tidak rukuk dan sujud.”
“…”
.........

“Dalam solatmu, adakah kamu berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan sesuatu amalan juga kebaikan yang paling utama?”
“Tidak..”
..........

“Dan ketika kamu akhiri solatmu dengan ucapan salam, adakah hatimu berasa takut kalau-kalau solat yang baru kamu kerjakan tidak diterima Allah lalu amalan itu dilemparkan kembali ke mukamu, di samping menaruh harapan agar Dia mahu menilai solatmu sebagai pengabadian darimu?”
“Tidak..”
..........

“Kalau begitu, kamu sebenarnya tidak mendirikan solat keranaNYA dan tidak pula mengingati dan mendekatkan dirimu dengan Allah melalui solatmu”.


Berhati-hatilah kerana Allah telah berfirman:

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang solat, yang mereka itu lalai dari solatnya.” (Surah Al-Ma’un: 4-5)

Astaghfirullahalazim…Ya Allah...berilah kami kekuatan untuk memperbaiki solat kami dan menjadikannya wadah untuk tambah dekat dan hampir dengan-Mu...aminnnn..........

Sebagai renungan buat kita semua...wallahu'alam...


Saturday, June 4, 2011

Doa berbuat baik kepada Ibu Bapa..




رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“ Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatMu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadaMu). “

(Surah al-Ahqaf : 15)

Beberapa pengajaran doa :

Dalam doa di atas, kita meminta daripada Allah SWT agar mengilhamkan kita, yakini memberi kita petunjuk dan bimbingan, untuk bersyukur atas nikmat yang Dia telah berikan kepada kita dan kedua-dua ibu bapa kita.

Dengan kesyukuran ini, kita tidak merungut seandainya wujud apa-apa kekurangan pada diri ibu bapa kita dan asuhan mereka terhadap kita.

Kita juga berdoa agar memudahkan kita mengerjakan amal soleh. Bukan sebarangan amal, tetapi amal yang diredhai Allah. Tentu saja salah satunya ialah berbuat baik kepada ibu bapa.

Tidak ketinggalan, kita juga memohon agar sifat-sifat yang baik mersap ke dalam anak-anak dan keturunan kita...insyaAllah..

Wallahua’lam.....

Doa Mohon Istiqamah Dalam Taat & Beribadat

Doa Rasulullah SAW di akhir solat, sebelum salam:


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ.

Maksudnya: “Wahai Tuhanku, Aku berlindung dengan-Mu dari azab neraka jahannam, dari azab kubur, dari fitnah dajjal dan dari sebarang fitnah sewaktu hidup juga ketika menghadapi kematian”.



اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ.

Maksudnya: “Wahai Tuhanku, Aku berlindung dengan-Mu dari sebarang jenis dosa dan bebanan hutang.”


Doa memohon agar ditetapkan iman



يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Maksudnya: “Wahai Tuhan yang membalik-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-Mu”


Doa memohon agar terus beristiqamah



اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ

Maksudnya: “Wahai Tuhanku, Aku berlindung dengan-Mu dari terpesong dari landasan yang benar setelah mendapat hidayah (Iman)”.


Doa Mohon Tetapkan Pendirian



اللَّهُمَّ ثَبِّتْنِيْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآَخِرَةِ

Maksudnya: Wahai Tuhanku, Teguhkan aku dengan perkataan yang teguh di dunia (La ilaha illallah) dan di akhirat (sewaktu disoal dalam kubur)


اللَّهُمَّ آمِيْنَ

Followers


وَاصبِر نَفسَكَ مَعَ الَّذينَ يَدعونَ رَبَّهُم بِالغَدوٰةِ وَالعَشِىِّ يُريدونَ وَجهَهُ ۖ وَلا تَعدُ عَيناكَ عَنهُم تُريدُ زينَةَ الحَيوٰةِ الدُّنيا ۖ وَلا تُطِع مَن أَغفَلنا قَلبَهُ عَن ذِكرِنا وَاتَّبَعَ هَوىٰهُ وَكانَ أَمرُهُ فُرُطًا ﴿٢٨

Maksudnya : “Dan jadikanlah dirimu sentiasa berdamping rapat dengan orang-orang yang beribadat kepada Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang, yang mengharapkan keredaan Allah semata-mata; dan janganlah engkau memalingkan pandanganmu daripada mereka hanya kerana engkau mahukan kesenangan hidup di dunia; dan janganlah engkau mematuhi orang yang Kami ketahui hatinya lalai daripada mengingati dan mematuhi pengajaran Kami di dalam Al-Quran, serta ia menurut hawa nafsunya, dan tingkah-lakunya pula adalah melampaui kebenaran.”


Surah Al-Kahfi : 28



يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ٌ

Maksudnya : “Wahai manusia, sesungguhnya Kami (ALLAH) telah menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang wanita dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal (TA’ARUF). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi ALLAH ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Surah Al-Hujurat : 13


يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٌ۬ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ۬‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Maksudnya : “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya); dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari akhirat). Dan (sekali lagi diingatkan): Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Amat Meliputi PengetahuanNya akan segala yang kamu kerjakan.”

Surah al-Hasyr : 18